"Hadirilah Sidang Disertasi Doktoral Bapak Tuan Guru Bajang TGKH. M. Zainul Majdi, M.A, nanti hari Sabtu, 8 Januari 2011 M, pukul: 10:00 Waktu Kairo, di Aula Syeikh Abdul Halim Mahmud Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo " " Pokoknya NW, Pokok NW Iman & Taqwa " " Inna Akromakun Indi Anfa'ukum Linahdlatil Wathan Wainna Syarrokum Indi Adhorrukum Binahdlatil Wathan " " Dewan Tanfidziyah Perwakilan Khusus Nahdlatul Wathan Mesir Periode VI Masa Bakti 2010-2011 "

Monday, November 16, 2009

Profile Malcolm X

Menelusuri perjalanan hidup
“ MALCOLM X ”
Sang penegak panji Islam di Amerika

Malcolm x (1925-1965), bernam kecil malcolm liltle, adalah produk dari kondisi-kondisi sosial yang sebenarnya (rasisme kulit putih, kemiskinan, keluarga yang rusak,obat,dan kriminal) yang di kecam dan di perangi oleh ellijah muhammad. Riwayat hidupnya yang mencontohkan transpormasi pribadi dan religius yang terjadi pada Natin of islam.


Di lahirkan di Omaha,Nebraska, Malcolm hanya sedikit sekali mengenal kehidupan berkeluarga dan mengalami pengucilan sosial ddan kemiskinan seperti yangdi alami oleh kebanyakan kaum kulit hitam di Amerika. Ia menyalahkan kaum kulit putih, sebuah masyarakat yang rasis,atas terbunuhnya ayahnya (seorang pendeta baptis dan pengikut Marcus gevey). kahancuran mental dan perumah-sakit-jiwaan ibunya dan pecahnya dengan delapan anak lecil ini hingga bercerai-berai di berbagai panti asuhan.meskipum malcolm adalah seorang siswayang berbakat di sekolah dasarnya, pengalaman rasisme dan perasangkanya membawanya ke pengasingan dan penolakan atas masyarakat Amerika.Ia menjadi seorang Germo dan Bos yang hidup dengan bergelimang dengan obat dan kriminalitasdi perkampungan-perkampungan Rooxbury, Massachusetts dan kemuddian di Herlem, New york city yang membawanya ke penjara.

Selama dalam penjara inilah ia mendidik dirinya ,membaca buku tentang sejarah, politik dan agama. Ia menjadi yakin bahwa “agama Keristen adalah agamanya kaum kulit putih “. Dan bahwa injil di tangan kaum kulit putih dan penafsirannya menjadi satu-satunya senjata yang tercanggih untuk mrmperbudak kaum non kulit putih. Pada tahun 1948 ia resmi bergubung dengan ellijah muhammad dan menerima ajaran Nation of islam, terterik dengan nasionalisme kulit hitam dan militansinya dalam mengancam rasisme Amarika maupun dengan program kemandirian Ellijah muhammad. Malcolm litle pun lalu menjadi malcolm x, ”x” yang melambangkan apa jadinya ia kini: eks-perokok, eks-pemabuk,eks- kristen dan eks-budak.

Seorang penceramah berbakat , dinamis dan fasih. sosok yang kharismatik, malcolm x muncul dengan cepat di di jajaran nation of islam hingga namanya menasional. Ia banyak mengorganisaasikan kuil Nation of islam , mamulai majalah muhammad sepaks-nya nation of islamdan menjadi tokoh yang efektif dan militan bagi Nation of islam pada sat Amerika di tengah-tengah gerakan hak sipil.elijam muihammad menangkap bakat dan prestasi malcolm , dan menunjuknya menjadi pendeta pada kuil-kuil utama Natin of islam di boston dan kemudian kuil 7 di herlem pada pertengahan 1954. Malcolm di sebut sebagai duta nasional Nation of islam. Yaitu orang kedua setelah Ellijah muhammad sendiri.

Di markasnya di New york Malcolm x menjadi juru bicara yang paling terkemuka bagi Ellijah muhammad, (merekrut salah para aggota dan salah satunya adalah Cassius clay yang berganti nama menjadi muhammad ali sang petinju dunia legendaris). Mendirikan banyak kuil, menyebarkan pesan-pesan nation of islamke seluruh penjuru negeri dan dunia internasonal . sejak awal 1960-an ia mendapatkan liputan media yang luas. keterlibatannya yang semakin jauh ke dunia politik nasional dan internasional ,maupun kontaknya dengan muslim-muslim sunni di amerika dan dunia muslim lainnya, menyebabkan perubahan bertahap dalam falsafah keagamaannya.sebuah prkembangan yang menempatkannya dalam keganjilan terhadap ajaran-ajaran Elijah muhammad .pada saat yang sama , Wallace D.muhammad,putranya Elijah muhammad yang sangat banyak terpengaruh oleh Malcolm,juga tengah menghadapi masalah-masalahketika mempertanyakan sebagian ajaran-ajaran ayahnya.meskipun belum tampak saat itu, keresahan-keresahan ini adalah perubahan terhadap Malcolm (dan perubahan pada meyoritas Nation of islam sendiri) dari komukitas dan ajaran-ajaranNation of islam ke arah komunitasdan ajaran arus utama islam,atau umat islam internasional.

Sementara Elijah muhammad memperjuangkan separatisme dan kesewadenbadaanyang menghindari keterlibatan dalam ”politik masyarakat putih”, malcolm sendiri kemudian percaya bahwa “sation of islamjustru akan menjadikekuatan yang lebih besar dalam perjuangan kaum hitam amerika secara keseluruhan jika kita melakukan banyak aksi”.ia berbicara dengan lantang tentang sejumlah persoalan: gerakan hak-hak sipil ,perang vietnam,solidaritas untuk perjuanagan kemerdekaan di afrika yang terjajah.

Pernyataan-pernyataannya seperti ini menjadikannya sebagai target-target yang empuk bagi mereka yang berada di dalam Nation of islam yang iri terhadap ketenarannya,dan akibatnya ia merakan dirinya semakin terpingirkan . komentar terbuka pada bulan november 1963 bahwa pembunuhan terhadap presiden Jhon F.kennedy adalah “tindakan ayam betina (pengecut) yang pulang untuk meneram” menjadi alasan elijam muhammad untuk membungkam Malcolm selama 90 hari.

Pada bulan maret 1964, malcolm meninggalkan Nation of islam untuk memulai orgnisasinya sendiri dan satu bulan kemudia ian pergi menunaikan ibadah haji ke tanah suci makkah.di sinilah Malcolm memperbaharui syahadatnya-memeluk islam sunni sebagaimana lazimnya. Haji mengakibatkan Malcolm dan ajaran-ajaran keagamaan Natiom of isalam berhadap-hadapan dengan ajaran umat islam dunia, jelas sekali menunjukkan kontradiksi-kontradiksinya . Malcolm tidak tahu bagaimana cara menunaikan shalat lima waktu sebagaimana juaga tidak pernah menunaikan empat rukun isalam lainnya.

Malcolm menunaikan dan mengalami haji yang menitik beratkan pada kesetaraan semua muslim,mengabaikan ras,suku,atau kebangsaannya dan kemudian ia menyadari bahwa “kita semua sebenarnya adalah sama (saudara) karena iman mereka kepada Tuhan yang maha Esa, membuang “putih” dari benak mereka ,membuang “putih” dari perilaku mereka dan membuang “putih” dari sikap mereka . ia kembali menjadi muslim dan bukan bukannya seorang muslim hitam, megubah namanya menjadi El haj malik El-shabbazz.seperti yang kelak di katakan oleh Betty shabbazz, istrinya. “ia pergi kemekkah sebagai seorang muslim hitam dan dari sana ia kembali menjadi hanya seorang muslim”. Demukan pula ia juga merubah silapnya tentang nasionalisme hitam menjadi Pan-Afrikanisme, yang bercita-cita menyatukan orang-orang Afro-amerikadengan ikatan-ikatan kultural dan religius mereka di afrika.

Pada tanggal 21 februari 1965,El haj malik El-shabbazz (dulu malcolm x) di bunuh ketika ia tengah berbicara di depan hadirin di Neo york. Dua anggota Nation of islam di yakini seabagai pembunuhnya, kemudian kuil no.7 maupun sekolah dn jalan-jalan di namakan dengan namanya.

Dekade 1960-an adalah periode transisi Nation of islam.baik Malcolm x maupun wallace D. muhammad (putra elijah muhammad), masimg-masimg dengan caranya sendiri mempertanyakan dan menggugat sebagian ajaran-ajaran dan strategi Elijah muhammad. Bahkan wallace dan saudaranya , Akbar muhammad seorang maasiswa yang belajar tentang islam di mesir dan Skotlandia dan menjadi ulamak yang terkemuka di keluarkan dari Nation of islam oleh ayah mereka. Namun menjelang akhir masa hayatnya Elijah muhammad menunaikan iabadah haji ke mekkah dan mulai memodifikasi sebagian ajaran-ajarannya. Sejak ia meninggal, sekontroversial apapun elijah muhammad dan Nation of islam, para walikota di kota-kota utama Amerika secara terbuka mengakui sumbangan konstruktif Nation of islam kepada warga kota dan masyarakat.

Writen by: eM-Ka elFaridi

Baca selengkapnya...

Rihlah ke Alexandria

Di tengah kesibukan anda dalam menata waktu, belajar, berfikir bahkan berkarya, tentu membutuhkan keluanngan waktu untuk istirahat. Istirahat merupakan tindakan yang tepat untuk menghilangkan rasa jenuh, bosan, dan cape. Dari berbagai macam cara beristirahat, tentu Rihlah tak kalah asyik dan menariknya. Ini hanya sebuah prolog dalam tulisan kali ini.



Rihlah ke Alexandria….., siapa yang tak kenal Alexandria.....???, Alexandria salah satu kota di ujung utara mesir. Kota yang didirikan oleh Iskandariyah Agung, kotanya begitu indah, jalan-jalannya begitu bersih, mobil-mobil berlalu lalang dengan tertib, serta pemandangan pantai yang indah di sepanjang jalan. Kota yang memiliki wisata pantai yang menakjubkan, kita bisa melihat luasnya lautan ujung benua Afrika, berenang atau sekedar melepas jenuh disana, setelah itu taman Al-Montazah sudah menanti, di taman itu kita bisa melihat indahnya pantai Alexandria serta merasakan hembusan angin sepoi-sepoi di ujung benua Afrika, dan berbagai macam tanaman dapat anda lihat.

Masih banyak pesona lain yang ditawarkan kota Alexandria, salah satunya adalah perpustakaan besar yang diberi nama Alexander, perpustakaan ini memiliki bentuk yang cukup unik, sangat megah dan luas serta dihiasi dengan ornament yang indah. Buku-buku dari berbagai macam disiplin ilmu dan bahasa bisa Anda jumpai disini. Perpustakaan yang didirikan atas kerjasama pemerintah Mesir dan UNESCO ini juga menyimpan alat-alat percetakan pada zaman dahulu. Untuk mempermudah akses layanan juga disediakan layanan internet gratis.

Hari Ahad 11 Oktober 2009, kami dan temen-temen PwK NW-Mesir mengawali perjalanan ke kota tersebut, kami berangkat dengan jumlah 15 orang, memilih El-Tramco Travel sebagai alat transportasi dengan alasan agar lebih cepet dan aman serta puas menikmati perjalanan. Indah terasa indah dalam perjalanan menuju kesana, angin sepoi-sepoi menegur sapa, keindahan kota sepanjang perjalanan pun tak terlewatkan. Sampailah kami ke tujuan, azan sholat zuhurpun berkumandang, kami mengajak sopir membelokkan setir mobilnya menuju Masjid tempat maqom waliyulloh Imamuna Imam Busyairi (pengarang burdah yang begitu tersohor), suasana hati ketika sholat di masjid tersebut sungguh tenang, tak lupa pula kami berdo’a di tempat yang berkah itu, dengan wasilah waliyulloh semoga Allah mengabulkan do’a kami, amin biamin ya amin allohumma amin.

30 Menit sudah berlalu…………,
sesuai waktu yang direncakan Ziarah maqom selama 30 menit, sebelum melanjutkan perjalanan rihlah, kami istirahat sejenak di taman terdekat dan makan siang disana….., indah terasa indah…, kami lanjutkan perjalanan ke Benteng Alexander, rasa penasaran yang sering muncul di benak kini sudah bisa dilihat dengan mata kepala sendiri, pertanyaan demi pertanyaan mulai bermunculan, apa keindahan benteng ini??? Kenapa banyak orang yang mengunjunginya???, kami coba menjawab setelah kami melihat benteng tersebut, setiap orang mungkin akan mempunyai pertanyaan yang berbeda dan jawaban yang berbeda, emang perbedaan itu biasa…hehehe.

Tak terasa waktu berputar begitu cepet, panas terik matahari makin terasa, cahayanya makin condong kearah barat, itu tanda menjelang sore, kami dan temen-temen terasa cape di benteng hingga waktu yang telah direncakan tak dihabiskan. Kami mengajak sopir menuju ke Perpustakaan tertua “perpustakaan Alexander”, kami menghabiskan waktu yang cukup banyak disana, keindahan bangunan perpustakaan terlihat, kelengkapan buku-bukunya, baik buku berbahasa arab, inggris, francis, dan banyak buku-buku berbahasa lain, tulisan-tulisan manuscrift pun ada disana, berbagai alat percetakan zaman dahulu juga tersimpan disana. Berbagai macam fasilitas pun disediakan, kursi dan meja belajar, Internet, dan lain lain. Suasana baca di perpustakaan tersebut sangatlah asyik, wajar kalau pengunjung berdatangan begitu banyak. Kami menghabiskan waktu yang cukup banyak disana, tak terasa deringan telpon berbunyi, panggilan dari sopir travel bahwa waktu sudah habis untuk kunjungan di perpustakaan tersebut. Kami segera telpon temen-temen agar kumpul balik di tempat parkir. Azan Sholat Magribpun berkumandang, kini saatnya kami diantar ke penginapan.

Kilo Meter Wahid Waisriin Agami nama tempat penginapan awal kami, ketika sampai disana kami sempat disanjung sopir, “kalian hebat bisa milih penginapan disini”……, kemudian sopir membalikkan setir mobilnya ke arah cairo, kami belum sempat masuk ke rumah penginapan, setelahnya, apakah yang terjadi ….??? Silahkan baca sampai selesai.

Sebelum memasuki rumah penginapan kami mendapatkan masalah, mulai dari kunci yang sudah ditukar dan masalah lain. Sampai sempat kami minta izin ke pemilik rumah untuk merusak kunci gembok yang tak bisa terbuka, namun karna satu dan lain hal kami batalkan. Kami sebagai penyelenggara diteror sana sini, namun kami tak bisa bilang apa-apa, hanya sabar…sabar… dan sabar. Kami tahu ini sebuah resikobagi kami, dan kami harus bertanggung jawab, dalam benak kami hanya harus terlintas sebuah SOLUSI bukan sebuah AMARAH, karena amarah tidak akan menyelesaikan masalah dan tidak akan bisa melepaskan tanggung jawab. Kami segera nelpon sana sini, mulai tekan tombol kanan HP, karena biasa disana kami setting Tombol ke Contact, kami cari no Hp temen yang berdomisili di sekitar daerah tujuan, dari nomor yang satu kedua, dua ketiga, Telpon pertama diangkat orang mesir bertanda salah yang dihubungi, telpon no hp ke dua, Alhamdulillah hati lumayan tenang, karena temen setia kami Ust. Muhammad Syar’I alias Abu As’ary mengangkat telpon dengan sebuah senyuman, emang beliau biasa tersenyum, kemudian kami mulai berterus terang kalau kami ada masalah, dan sekarang berada di lokasi tujuan, kami minta tolong untuk dicarikan hotel terdekat, namun susah didapatkan, ada satu hotel yang kami dapatkan, sayang biaya penginapannya tidak terjangkau. Alhamdulillah akhirnya Ust. M.Syar’i yang biasa kami panggil Ust. Syar’i dapat menampung kami di tempat tinggalnya, semoga kebaikan beliau dibalas dengan berlipat ganda, amin ya robbal alamain.

Senin 12 Oktober 2009 pukul 09:20 kami berangkat ke taman Al-Muntazah, masalah yang sempat mengacau kebahagiaan rihlah kami hilang begitu saja, sangat amat wajar, karena di taman Al-Muntazah ini sungguh menakjubkan, taman yang biasa dijadikan tempat peristirahatan raja-raja mesir sebelum revolusi mesir meletus, taman Al-Muntazah terletak dipinggir pantai, hanya dengan tiket seharga enam junaih mesir dapat memasuki taman ini. Taman ini begitu indah, bunga-bunga berserak, pohon-pohon kurma tegak dengan tandan-tandanya yang membuat air liaur menyeruak. Hampir seluruh tandannya sewarna, merah. Musim panas, merupakan musimnya berbuah. Rerumputan hijau menghampar, menari-nari, mata menyapu ke sluruh penjuru. Sejuk, angin-angin pantai mengelus-elus halus pipi-pipi kasar tempelan debu. "Susah dikata dengan kata-kata.". “ini baru namanya Rihlah” ungkapan yang spontan dilontar oleh saudara Khudori salah satu anggota rihlah. Alhamdulillah, kami senang sekali. Penasaranpun hilang." Berbagai pujian dan ungkapan senang keluar dari mulut kami. Begitu indah Muntazah, sehingga sulit untuk dirangkaikan dengan kata-kata. Tak hanya mereka yang menikmati semua itu, para pengunjung lain pun terlihat, mulai dari yang kecil sampai yang tua-tua. Pasangan muda-mudi juga tak kalah, mereka terlihat ditiap-tiap pojok kebun, berdua-duaan. Bule-bule pun tak ketinggalan, kamera-kamera menggantung di leher mereka, mencari objek yang indah sebagai kenang-kenangan. Pukul 04:30 kami balik ke penginapan tepatnya di Mansiyah Jawazat.
Esok hari, selasa 13 Oktober 2009 pukul 11:00 kami meninggalkan kaki dari Kota Alexandria ke Kota Nasr City Cairo, tempat tinggal kami. Inilah perjalanan singkat Rihlah temen-temen PwK NW-Mesir Priode V Masa bakti 2009-2010.
Syukron , semoga bermanfaat.
Written by: M.Al-Azhari

Baca selengkapnya...

NADHAM BATU NGOMPAL karya imam al-ampenani

Nadham “Batu Ngompal” adalah salah satu kitab yang menjelaskan tata cara membaca Al-qur’an secara fasih dan tartil, kitab yang sama berjudul “Anak nunggal taqrirat Batu ngompal” keduanya di tulis dengan Arab melayu. juga terdapat kitab tajwid berjudul ”Nailul Athfal” yang di karang oleh Al-magfuru lahu Maulana Asysyaikh TG,KH. Muhammad Zainiddin Abdul majid sekitar tahun 70-an di desa kelahiran beliau yaitu Desa Bermi, Pancor, Lombok Timur, nusa tenggara barat (NTB). ketiga kitab tersebut menunjukkan perhatiannya yang cukup besar dalam bidang baca tulis Al-qur’an.



Kitab tersebut adalah terjemahan dari kitab Nadham “Tuhfatul athfal wal-ghilman fi tajwidilqur’an” karya Imam Sulaiman Al-jamzury Al-misry (1930 .H) yang merupakan salah satu kitab rujukan yang paling penting bagi para Ahli qiro’at setelahnya, terbukti oleh penulis sendiri beberapa kitab besar seperti “Mausuatul qur’aaniyah”,“ bidayatul murid” dan “ Bughyah Al thalibiin” yang mengambil setandar dan memakai Nadham tersebut sebagai penguat pendapat-pendapat mereka.

Selain itu juga di antara bukti-bukti pentingnya kitab Tuhfatul athfal ini beberapa syarah telah di sususun oleh para ulama’ diantaranya seperti kitab “hidayatunnaasyiin” oleh Syaikh Mustafa bilal dan kitab “Mihnatu zil jalal” oleh Imam ali budho’ Al-misry. dan lainnya.

Maulana Asysyaikh memang sengaja menterjemahkan kitab tersebut ke dalam bahasa melayu dengan tujuan untuk memudahkan bagi pelajar Sasak secara khusus dan Indonesia secara umum, seperti yang di ungkapkan dalam muqoddimahnya, beliau mengatakan:

Wa (ba’du) ini terjemah melayu
Untuk anak yang (mubtadi’) berguru
Anak sasak bangsaku Indonesia
Pada hukum tajwid kitab yamg mulia
Di terjemah dari kitab yang bernama
(Tuhfatul athfali) kitab yang utama
Di namakan (Nadham batu ngompal) atas
Air otak murid rajin tidak malas

Selain itu kalau di perhatikan secara seksama Nadham batu ngompal memiliki nilai yang tidak kurang dari kitab-kitab matan lainnya. itu bisa di buktikan dari segala aspek, baik dari segi susunan kalimatnya yang sangat puitis, mudah dihafal, difahami dan yang lebih menarik lagi adalah terdapat padanya nilai-nilai kehidupan dan rangsangan-rangsangan Rabbani. hal ini tidak terlepas dari diri pengarang sendiri yang benar-benar ahli dalam bidang ilmu ‘Arud dan mutafannin dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan sehingga kalimat yang tersirat dan tersurat di dalamnya tidak jauh beda seperti yang ada dalam Nadham tuhfatul athfal. coba perhatiakan bait syair berikut ini, di dalam Bab Mim sukun beliu mnguraikan nya seperti ini:


Awas jangan (ikhfa’) pada (wawin , wafaa’)
Karena dekat dan bersatu jangan lupa
Sangat pas dan mirip sekali baharnya (timbangan lagunya) dan maknanya dengan apa yang di uraikan oleh Imam Al-jamzuri dalam kitab Tuhfatu athfalnya yaitu:
وَإحْذَرْ لَدَى وَاٍو وَفَا أَنْ تَخَْتَفِْي # لِقُرْبِهَا وَاْللِإتَحَادِ فَاعْرِفِ

Nah! untuk membuktikan ini semua silahkan pembaca membandingkanya dengan teks Tuhfatul athfal…!

Baca selengkapnya...

  © Blogger template 'Ladybird' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP